Monday, October 24, 2016

Adele Performs 'When We Were Young'

Love Story (Sebuah Kisah) #1 / https://www.youtube.com/watch?v=H1vVYjmI0J4

Usai

Aku sendiri
Aku merana
Aku menyepi
Aku terluka
Aku tergulai
Aku kecewa
Aku dilanda
Aku dicerca
Aku usai

Aku dibuai
Aku dibuang

Aku dilena
Aku dicampak

Aku muak
Aku jatuh kelak
Aku kalah telak

Kita telah usang
Kita telah usai
Sia-sia
Sia-sia
Sia-sia
Usai

By: Leonardo Masus Turnip

Saturday, October 22, 2016

Naluri ku Mencari

Naluri ku kini melemah . . .
Tak mampu melawan sakit
Enggan untuk meraih
Takut untuk bangkit

Keping hati tak mau
Memerima pesan logika
Hanya emosi perasaan menguasai
Namun tidak tersampaikan

Bibir ini ingin mencumbu mu
Namun raga enggan menyaut
Naluri ku kini menciut
Mengahadap paras bibir mu yang merah

Aku ingin merasakan kecupan mu
Apa daya itu tak akan terjadi
Bagaikan pelangi yang tak tersentuh hujan
Sulit untuk meraih nya . . .

Mungkin malam ini dapat membantu
Mempertemukan nikmat nya kecupan bibir mu
Sebagai penghias kegelisahan diriku
Dan diri mu . . .

Jika itu terjadi . . .
Akan ku ucapkan terimakasih pada mimpi
Semoga cumbu itu terjadi

Di kehidupan nayata ini. . .

by:Leonardo Masus Turnip

Kasihku

Oh kasihku, kau enggan pergi?
Pergilah, biarkan aku disini

Aku enggan dinanti
Aku enggan menanti

Berkelanalah
Tumpah ruahkan seisi semesta

Pergilah

Biar aku merana
Utaskan janjimu kasihku

Kelak kita bertemu
Dipersemaian waktu
Keabadian yang khusu

Biarkan aku merana
Biarkan kau pun merana

Akan ada jumpa
Menghanyutkan luka
Antara kita
Oh kasihku . . .

by:Leonardo Masus Turnip               

Bimbang Antara Hidup

Hidup adalah untaian kata-kata
Seperti sajak para penyair
Seperti filsafat para filsuf
Seperti teori para teoritis

Bagiku hidup hanyalah ruang
Tak dihuni, sangat kosong
Bagiku hidup hanyalah puing
Tersusun lalu terombang-ambing

Aku pilih hidup yang mana?
Aku pilih hidup seperti yang mana?

Apa seperti kata penyair?
Apa seperti kata filsuf?
Apa seperti kata teoritis?

Aku hening, Aku bimbang

Apa hidup yang kosong?
Apa hidup yang hanyalah puing-puing?

Aku hening, Aku bimbang
Tak terbayang

Ah, hidup tetap hanya sekedar untaian kata-kata

Akhirnya pun aku akan kalah
Akhirnya pun aku akan usai

Selesai, hidup

by:Leonardo Masus Turnip

Bidadari Tak Bersukma

Aku manusia pertama yang memanggil mu bidadari tak bersukma
Yang bersembunyi di balik pekatnya malam
Hinggap dan berdiam di balik rembulan
Yang tertutup cakrawala malam
Banyak yang mencari dan menginginkan mu
Termasuk aku
Yang memaksa masuk menembus batas
Meski tak menemukan mu
Kokoh . . .
Engkau seperti dibentengi oleh alam
Yang seakan tak membolehkan ku untuk
Mendekat pada diri mu
Ibarat semilir angin yang berhembus paras mu
Selalu merasuk pada sukma jiwaku
Seperti orang kesetanan diriku
Membayangkan lekukan senyum di bibir mu

Gejolak jiwa ku kini membara
Hasrat tubuh ku penuh emosi
Bagai keabadian yang baka
Kini hadir mu dalam jiwaku
Seumpama bayang mu hadir
Akan ku lukis bayang diri mu
Dengan seberkas cahaya lilin yang menyala
Meski bayang mu adalah fana yang abadi

Bagiku . . .


by:Leonardo Masus Turnip

Bermakna Atau Tidak

Tetesan hujan
Yang sedikit tak bermakna
Namun menyisakan lara
Akan kerinduan yang tak kunjung mereda

Binar mata sosok dirinya
Membekas . . .
Tatkala dia pancarkan elok tawanya
Mendengar lelucon tak jelas

Seperti angin yang menerpa
Dia hempaskan diriku
Luluh lantah berkeping-keping
Hancur teregores angan

Entah dapat diperbaiki kembali
Diam, dan gelap . . .
Seperti orang sakau
Merasa asing . .

Merasakan hening seorang diri
Secarik kertas putih tergeletak
Yang ku penuhi dengan beberapa kata
Mungkin bermakna

Mungkin juga tidak . . .
Aku simpan secarik kertas itu
Di halaman belakang perjalanan hidup ku
Untuk menjadi sebuah kisah
Yang dapat ku buka kembali


by:Leonardo Masus Turnip

Anomali

Peradaban sudah menyimpang
Realita sudah tak terlihat
Hanya fiksi bertaburan
Benci kesumat oleh nafsu

Kebencian di tabur insan
Tutur hakikat tak bernyawa
Hilang arah ahklak nurani
Batas suci tak berkembang

Kefanaan mendoktrin
Kaum manusia terjerumus
Berbalik arah
Menentang persepsi nurani

Dunia sudah tak normal
Merusak akan kawula
Gejolak menjatuhkan
Keadilan dan Kebajikan

Pertentangan takdir
Retakkan kedamaian
Memperagung kemunafikan
Kejahatan duniawi

Penolakan merusak harkat
Martabat terinjak
Merendah kan golongan
Perkumpulan visioner

Melelapkan surya
Mengagungkan kelam
Tabir tak terduga

Mendoktrin para kaum golongan . . .

by:Leonardo Masus Turnip

Doa Kepada Tuhan

Ada wanita bekerja malam hari
Melayani para pemilik nafsu
Untuk mengais namanya rezeki
Itukah jalan, harus ditempuh?

Oh Tuhan, inikah hidup?
Itukah jalan?

Pertanyaan seperti apalagi?
Hinakah mereka ya Tuhanku?
Sucikah mereka yang datang?
Setujukah engkau ya Tuhanku?

Aminilah segala doa mereka ya Tuhanku
Tunjukan jalan-Mu ya Tuhanku
Jalan yang penuh kehikmatan daripada-Mu
Lekaskanlah kehendak-Mu ya Tuhanku

Biar semua termangu pada-Mu Tuhanku
Dengan penuh seluruh Tuhanku
Kemasilah dosa-dosa ya Tuhanku
Putihkan seperti embun salju ya Tuhanku

Pada-Mu doa ini tersirat ya Tuhanku

Amin ya Amin Tuhanku

by:Leonardo Masus Turnip

Aku dan engkau

Engkau adalah malaikat terindahku
Yang dihadiahkan Tuhan padaku
Dengan segala yang ada pada dirimu
Dengan segala keindahan yang menghiasimu
           
            Engkau benderang seperti matahari
            Yang bersinar di pagi hari
            Aku akan selalu menyayangimu
            Dalam ketulusan dan kesetiaan hatiku
                       
                        Engkau tak perlu khawatir pada hatiku
                        Karena hatiku telah terbius oleh mu
                        Dan tak mampu berpetualang pada hati yang lain
                        Dan tak mampu menoleh pada hati yang lain
                                    
                                    Temanilah aku bersama mimpiku
                                    Mimpi yang ku rajut bersama mu
                                    Mimpi yang akan kita gapai bersama
                                    Mimpi yang akan hadir dalam nyata
                                              
                                                Kuatkan mimpi itu menjadi mimpi kita
                                                Bukan mimpi ku atau mimpi mu
                                                Melainkan mimpi kita
                                                Mimpi kita berdua
                                                           
                                                            Bukan mimpi ku dengan yang lain
                                                            Bukan juga mimpi mu dengan yang lain
                                                            Namun mimpi kita
                                                            Mimpi kita bersama, mimpi kita berdua
                                                                       
                                                                        Bahagiaku akan menjadi bahagiamu
                                                                        Bahagiamu pun akan menjadi bahagiaku
                                                                        Bahagia kita berdua
                                                                        Bahagia kita bersama

by:Leonardo Masus Turnip

Aku dan Angin

Aku adalah sebuah lempengan
Yang bila dihempas akan terhempas
Tanpa bisa melawan
 Tanpa bisa menerjang

                Aku adalah sehelai daun
                Yang gugur dalam pekatnya malam
                Tanpa tawa
                Tanpa Gairah

                                Bagaimana bisa aku berdiri
                                Menyembunyikan semua rasa
                                Menahan kerasnya gejolak jiwa
                                Didalam hati sendiri
                                               
                                                Bagaimana bisa ...
                                                Seorang yang lemah menjadi kuat
                                                Tanpa Semangat
                                                Tanpa Harapan

                                                                Ternyata angin tak sejahat itu
                                                                Dia menangkapku dengan erat
                                                                Tak membiarkanku jatuh begitu dalam
                                                                Tak membiarkanku terhempas begitu saja
                                                                               
                                                                                Harapannya hadir kembali
                                                                                Harapannya bersinar
                                                                                Harapannya tersusun kembali
                                                                                                Dan aku mulai menggapainya...


by: Leonardo Masus Turnip

Sepi, Segelas Kopi

Ini sepi
Ditemani segelas kopi
Dengan aroma menyahdu
Mengalir bersama nadi

Sisi pahitnya terasa
Sisi manisnya berdiam
Hitam seperti kamar gelap
Hitam seperti getir hidup

Ini malam
Tetap segelas kopi
Biar rasanya memudar
Aromanya tetap menyahdu

Segelas kopi lagi
Segelas kopi lagi

Ahh, temanku hidup hanya dia
Temanku yang berasa
Yang bernapas sudah usai
Mungkin hilang ditelan sunyi


                                                                                             By: Leonardo Masus Turnip